Kebijakan Tether untuk Penduduk AS
Sejak 1 Januari 2018, Tether tidak menyediakan layanan penerbitan atau penebusan kepada pelanggan individu AS. Ini berarti warga negara dan penduduk Amerika — baik individu maupun korporasi domestik — tidak dapat membuat akun tether.to untuk mencetak USDT baru dengan menyetor dolar AS, atau menebus USDT yang ada kembali ke fiat melalui platform Tether. Keputusan ini dibuat di tengah meningkatnya pengawasan regulasi terhadap stablecoin di Amerika Serikat dan mencerminkan pendekatan Tether dalam menavigasi lanskap hukum yang tidak pasti.
Ada pengecualian sempit untuk aturan ini. Entitas yang diorganisasi dan didirikan di luar Amerika Serikat masih dapat mengakses layanan Tether jika mereka memenuhi syarat sebagai Eligible Contract Participant (ECP) di bawah hukum perdagangan komoditas AS. ECP umumnya didefinisikan sebagai korporasi, kemitraan, atau entitas lain dengan total aset melebihi $10 juta. Ambang batas ini ada karena regulator AS memperlakukan entitas besar dan canggih secara berbeda dari konsumen ritel — dengan asumsi bahwa organisasi semacam itu memiliki sumber daya dan keahlian untuk mengelola risiko mereka sendiri.
Secara praktis, pengecualian ini terutama berlaku untuk firma trading offshore, lembaga keuangan internasional, dan treasury perusahaan besar yang perlu mencetak atau menebus USDT dalam jumlah signifikan. Perusahaan berbasis AS dengan aset $10 juta tidak akan memenuhi syarat — entitas harus diorganisasi di luar AS. Ini menciptakan garis yang jelas: platform Tether tersedia untuk pemain internasional besar tetapi tertutup untuk individu Amerika dan bisnis domestik dari ukuran apa pun.
Nuansa penting yang banyak pengguna lewatkan adalah perbedaan antara platform Tether dan USDT itu sendiri. Meskipun penduduk AS tidak dapat berinteraksi langsung dengan tether.to, mereka tentu saja dapat membeli, menjual, menyimpan, dan mentransfer USDT melalui bursa kripto dan dompet pribadi. Exchange besar yang dapat diakses AS seperti Coinbase, Kraken, dan lainnya mencantumkan pasangan trading USDT, dan jutaan pengguna Amerika menyimpan USDT dalam portofolio mereka. Pembatasan ini secara khusus tentang siapa yang dapat mencetak dan menebus melalui jendela penerbitan Tether sendiri — bukan tentang siapa yang dapat menggunakan token di pasar sekunder.
Latar belakang regulasi untuk kebijakan ini adalah ketidakpastian yang lebih luas seputar stablecoin di Amerika Serikat. Legislator AS telah memperdebatkan undang-undang stablecoin selama bertahun-tahun, dengan proposal yang berkisar dari memperlakukan penerbit stablecoin seperti bank hingga membuat kategori regulasi baru. Keputusan Tether untuk mundur dari melayani pelanggan AS secara langsung adalah langkah preemptif untuk mengurangi paparan regulasi sambil mempertahankan kegunaan global token. Seiring gambaran regulasi di AS terus berkembang, kebijakan Tether terhadap penduduk AS mungkin berubah di masa depan.